Archive for October, 2007

Kerja di luar negeri

Saturday, October 27th, 2007

Kerja di luar negeri sepertinya sangat menggoda, karena selain gaji pastinya lebih besar, juga pengalaman baru yang bisa didapat. Cuman biasanya yang dibutuhkan diluar negeri ialah yang mempunyai kemampuan teknis secara spesifik, seperti programmer komputer atau engineer untuk men-desain BTS selular. Kedua area itu lagi dicari banget di luar negeri. Sementara kalau keahlian yang cenderung umum atau generalis, seperti marketing, keuangan, sales dan project management sudah diisi oleh orang lokalnya. Kebutuhan akan orang yang mempunyai kemampuan teknis secara spesifik ini, terjadi dimana, tidak hanya di Eropa dan Amerika, tapi juga di Asia, terutama di negara-negara yang jumlah populasinya tidak terlalu banyak seperti Singapore, Malaysia, Korea, Taiwan, Arab Saudi, Qatar, dll. Biasanya kebutuhan tersebut diisi oleh orang2 India dan Cina, yang memang terbukti pintar-pintar dan mau digaji sedikit lebih rendah dibanding expatriat dari Eropa atau Amerika. Tapi sekarang ini, engineer2 dari Indonesia sudah mulai mengisi posisi-posisi tersebut. Ini menjadi bukti bahwa engineer2 Indonesia juga dapat bersaing dengan engineer dari India dan Cina.

Jembatan TekSas

Thursday, October 18th, 2007

Pagi ini gue olah raga sepeda ke Kampus UI Depok (almamater gue), ternyata sudah banyak perubahan di kampus depok, salah satu diantaranya ialah adanya jembatan yang menghubungkan antara Fakultas Sastra dan Fakultas Teknik, makanya jembatannya diberi nama "TekSas", singkatan dari Teknik - Sastra, jembatan ini membentang di atas lembah antara sisi belakang fakultas teknik dan fakultas sastra. Dulu lembah ini ditanami padi, tapi sekarang sudah jadi danau. Pemandangannya cukup bagus. Kemudian ada perubahan lagi, yaitu ada jalan tembus dari tingkungan lapangan hoki deket Poltek, langsung ke Menara Air dan Rektorat, yang dulunya hutan belantara. Sementara di Fakultas Teknik sendiri, sudah banyak gedung baru, yaitu ada Engineering Center dan Pusat Administrasi Fakultas (PAF), yang dulu waktu gue masih kuliah di sana, kedua gedung itu belum ada. Kemudian, juga ada Jurusan Teknik Industri, yang dulunya masih gabung dengan Jurusan Teknik Mesin. Gue juga liat ada pembangunan gedung baru, di samping jurusan Gas & Petrokimia, gue nggak tau, gedung itu buat apa….

Harga Minyak sentuh US$ 89/barel

Thursday, October 18th, 2007

Harga minyak dunia sentuh US$ 89/barel, ini merupakan rekor baru, yang tidak pernah dicapai sebelumnya. Harga minyak ini langsung merontokkan saham beberapa perusahaan penerbangan Eropa, yang memang sangat sensitif terhadap harga minyak. Sudah pasti negara2 pengimpor minyak sangat khawatir dengan kenaikan harga minyak ini, termasuk Indonesia, yang meskipun negara penghasil minyak, tetapi konsumsi dalam negerinya cukup besar. Dimana yang terjadi sekarang, Indonesia mengekspor hampir seluruh minyaknya (yang memang kualitas bagus dibanding dengan minyak dari negara lain sehingga harganya relatif lebih mahal) dan mengimpor minyak dari luar negeri dengan kualitas dan harga yang lebih murah. Tetapi dengan melihat harga yang sudah sangat tinggi, sementara harga BBM di dalam negeri masih rendah, sehingga beban subsidi pemerintah akan semakin berat. Dikhawatirkan, apabila harga minyak terus naik, apalagi sampai di atas US$ 100/barel, maka mau tidak maunya pemerintah harus menaikan harga BBM di dalam negeri, yang pada akhirnya akan makin memberatkan rakyat. Kalau dilihat harga minyak yang tinggi ini, sebenarnya bukan karena persediaan (stock) minyak yang menepis, tapi lebih dikarenakan masalah politik, seperti kasus nuklir Iran, rencana serangan Turki ke Irak Utara (dimana di Irak Utara ini ada jalur pipa minyak dari Irak ke Turki), kemudian gangguan keamanan di Nigeria, dll. Sehingga lebih pada ketakutan pasar bakal adanya gangguan terhadap supply minyak dunia. Kalau melihat stock dunia, negara-negara Arab dan Rusia mempunyai stock minyak yang berlimpah. Sehingga dengan adanya kenaikan harga yang sangat tinggi ini, akan makin menguntungkan negara-negara Arab, yang produksinya besar dan konsumsi dalam negerinya kecil.

Nobel Perdamaian dan Global Warming

Wednesday, October 17th, 2007

Baru-baru ini, Al Gore, mantan wakil presiden Amerika, dapat Nobel Perdamaian untuk perannya menyuarakn perubahan iklim global (climate change) atau pemanasan global (global warming). Ini untuk kali kedua berturut-turut sejak tahun lalu, pemenang nobel perdamaian tidak ada hubungannya dengan peran perdamaian dalam suatu konflik. Tahun lalu yang menang ialah Muhammad Yunus dari Bangladesh, yang dengan Grameen Bank-nya, menyalurkan kredit mikro tanpa jaminan untuk orang-orang miskin di Bangladesh. Kebanyakan orang-orang miskin yang terima kredit tersebut ialah perempuan, dan Grameen Bank ini sangat berhasil mengangkat orang-orang miskin Bangladesh dari jurang kemiskinan. Sementara kalau kita lihat Al Gore, sebenarnya dia hanya menyuarakan dan mensosialisasikan saja mengenai bahayanya global warming dan perlunya langkah-langkah yang nyata untuk mengurangi dan menghentikannya. Tetapi mungkin panitia Nobel Perdamaian melihat bahwa apa yang dilakukan Al Gore sangat tepat dengan momentum global warming yang sedang dibicarakan dan disdiskusikan banyak orang di seluruh dunia dalam 2 tahun terakhir ini, khususnya sejak badai Kathrina yang menghancurkan New Orleans pada akhir 2005. Presiden Kita hampir mendapatkan Nobel Perdamaian untuk perdamaian di Aceh, tapi akhirnya tidak dapat mungkin karena dilihat bahwa perdamaian di Aceh itu terjadi karena adanya bencana tsunami pada Desember 2004 yang benar-benar menghancurkan infrastruktur dan perekonomian Aceh, yang akhirnya memaksa GAM untuk berdamai dengan RI….

Makna Lebaran

Monday, October 15th, 2007

Ramadhan sudah berakhir, mudah-mudahan dapat bertemu Ramadhan lagi tahun depan. Meskipun jujur aja, pada saat awal puasa terasa berat menjalankannya tetapi pada saat Ramadhan sudah berakhir, ada perasaan kangen terhadap Ramadhan, dan mudah-mudahan Allah masih memberikan umur untuk ketemu Ramadahan lagi tahun depan. Puasa tahun ini terasa lebih berat, karena di musim kemarau ini Jakarta terasa lebih panas dibanding tahun-tahun sebelumnya, mungkin karena pengaruh "global warming". Selain masalah fisik/cuaca, yang juga sangat berat ialah menjaga omongan supaya tidak membicarakan orang lain, ini juga perkejaan yang sangat berat. Kemudian juga zakat, kelihatannya mudah menjalankannya, padahal banyak juga godaannya untuk tidak memberikan zakat dengan berbagai alasan, kebutuhan lebaran dll. Tapi Alhamdulillah, meskipun tidak banyak, puasa kemarin zakat sudah diberikan ke yang berhak. Akhirnya datang Idul Fitri, saatnya untuk bermaaf-maafan dan jangan lupa untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah, coba lihat ke orang-orang yang lebih susah, niscaya akan lebih mensyukuri nikmat Allah.

Selamat Idul Fitri 1428 H

Minal Aidin wal Faizin

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Ahmadinejad

Saturday, October 6th, 2007

Presiden Iran Ahmadinejad emang luar biasa, waktu dia melakukan kunjungan ke Amerika untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, dia sempet mampir ke Universitas Columbia di New York, dan dengan lantang dia menyerang kebijakan Bush, yang sudah gagal total. Pada saat bicara di depan Sidang Umum PBB, kembali lagi dia menyerang Amerika dan dia bilang tetap akan melanjutkan program nuklir Iran, yang bertujuan damai meskipun harus menerima sangsi ekonomi. Setelah dari Amerika, dia melakukan kunjungan ke Amerika Selatan, mengunjungi Venezuela dan Bolivia. Kedua negara itu, presidennya, Hugo Chavez dari Venezuela dan Evo Morales dari Bolivia emang anti Bush banget. Dari dalem Amerika sendiri, banyak yang ngeritik dan nggak setuju dengan kebijakan Bush, seperti dari Alan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika, dia bilang kebijakan ekonomi Amerika kacau balau di era Bush, dimana defisit anggaran Amerika terbesar dalam sejarah. Ini akibat Bush sangat tidak tertib dan tidak disiplin dalam anggaran belanja, karena harus membiayai perang irak dan afghanistan yang sangat mahal